Pages

Tuesday, October 15, 2019

Topan Hagibis Tak Ganggu Bisnis Otomotif Jepang di Indonesia

Topan Hagibis Tak Ganggu Bisnis Otomotif Jepang di Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen otomotif Jepang mengaku bisnis otomotif di Indonesia tidak terganggu yang diakibatkan Topan Hagibis pada akhir pekan lalu. Topan Hagibis melanda wilayah Kanto, yang terletak di sekitar Tokyo, dan bergerak ke pesisir pantai timur laut Jepang.

Pemanufaktur Daihatsu, dan distributor Lexus di Indonesia melaporkan bahwa kegiatan bisnis di Indonesia sejauh ini berjalan lancar setelah Topan Hagibis. Untuk aktivitas suplai komponen maupun mobil secara utuh dari Jepang ke Indonesia diakui tidak tersendat.

Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan topan dengan kecepatan sekitar 300 km per jam itu jauh dari pusat produksi Daihatsu. Anak perusahaan Toyota ini punya dua lokasi fasilitas produksi di Jepang, yaitu Osaka dan di Kyusu.

"Karena pabrik Daihatsu di selatan, badai itu di bagian utara (Jepang)," kata Amelia dihubungi Selasa (15/10).

Impor suku cadang Daihatsu dari Jepang diyakini Amel tidak banyak jumlahnya, hanya mencakup kebutuhan rangkaian transmisi.

"Kalau untuk mobil kami sudah rakit di Indonesia semua, tapi komponen yang masuk dari Jepang dikit. Misalnya gear transmisi," ujar dia.

Lexus Indonesia juga mengaku impor mobil dari Jepang tidak akan terganggu. Sebab pabrik produksi Lexus 'aman', dan konsumen yang telah melakukan pemesanan mobil dipastikan tidak perlu khawatir inden jadi lebih lama.

Seperti diketahui mobil Lexus yang dijual di Tanah Air seperti sedan ES 300 H, seri GS, LS, RC, hingga LC 500 statusnya masih impor utuh dari Jepang.

"Kebetulan jauh lokasi (markas) Lexus dengan titik badai. So far tidak ada impact ke kami," kata General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja.

Toyota Masih Pantau Situasi di Jepang

Sementara itu Toyota masih menunggu informasi detail mengenai dampak Topan Hagibis yang menerjang sejumlah wilayah di Jepang itu.

"Belum ada informasi supply tersendat. Sekarang juga sedang diinvestigasi ada tidaknya supply chain yang terganggu," kata Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam.

Kata Bob Toyota punya sejumlah fasilitas pabrik produksi yang berada di utara daerah Sendai, sampai ke Selatan Kyusu. Dalam satu bulan, Bob melanjutkan ada pengiriman yang dilakukan Jepang untuk perwakilan Toyota di Indonesia dalam bentuk komponen maupun mobil utuh.

"Tapi fasilitas kami aman sih di sana. Badai ya pasti berlalu," kata Bob.

Angin kencang dan hujan lebat sudah memicu tanah longsor serta banjir di Jepang. Data terakhir sudah 58 nyawa melayang akibat bencana dan 12 orang dinyatakan hilang.

[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)

Halaman Selanjutnya >>>>


No comments:

Post a Comment